Skip to content

20 · Mobile & Desktop Apps ​

Fase: 8 · Estimasi: 2 minggu (eksplorasi) · Prasyarat: 07 Framework

Kenapa ini penting ​

Skill front-end bisa dipakai di luar browser. Tiap pendekatan punya trade-off antara performa, ukuran aplikasi, akses ke API native, dan berapa banyak kode yang bisa dipakai ulang.

Peta konsep ​

Mobile ​

  • React Native (Expo): bridge vs New Architecture (JSI, Fabric)
  • Flutter: Dart, rendering sendiri (Impeller)
  • Ionic / Capacitor: web di dalam WebView
  • PWA sebagai alternatif

Desktop ​

  • Electron: Chromium + Node, main vs renderer process, IPC
  • Tauri: WebView sistem + Rust, ukuran kecil
  • Flutter desktop

Deep dive ​

  • Keamanan Electron: contextIsolation, sandbox, preload script
  • Bagaimana React Native memetakan komponen ke native view
  • Code sharing web ↔ mobile (monorepo, React Native Web)

Cara belajar ​

  1. Bangun aplikasi todo yang sama dengan Expo, Capacitor, dan Tauri. Bandingkan ukuran build, waktu start, dan rasa pakainya.
  2. Baca dokumentasi keamanan Electron dan audit satu aplikasi Electron open source.

Uji pemahaman ​

  1. Kenapa aplikasi Electron besar dan boros memori, dan bagaimana Tauri menghindarinya?
  2. Apa yang diselesaikan New Architecture React Native dibanding bridge lama?
  3. Kapan PWA cukup dan kapan butuh aplikasi native?

Proyek latihan ​

TingkatProyekYang dilatih
DasarAplikasi Expo yang memakai kamera dan notifikasiReact Native
MenengahAplikasi desktop Tauri yang membaca file lokalTauri, IPC
DeepMonorepo yang berbagi logika dan design tokens antara web dan React NativeCode sharing

Sumber primer ​

Toolkit terkait ​

MIT License